26 Februari 2012 - 20:30

Bahar dalam orasinya yang ditujukan kepada raja-raja Arab mengatakan, "Kalau kalian memang masih memiliki rasa izzah sebagai muslim, dan menginginkan Palestina meraih kemenangan dan bebas dari penjajahan, maka kalian harus berani memutuskan segala hubungan bilateral dengan Israel. Hentikan kerjasama kalian selama ini dengan Zionis yang membuat mereka semakin kuat, dalam ekonomi, budaya, diplomatik, perdagangan dan semua bidang lainnya."

Menurut Kantor Berita ABNA, kaum perempuan Palestina, senin (27/2) kembali melanjutkan aksi demonstrasi memprotes sikap bungkam Negara-negara Arab atas serangan militer Zionis Israel ke masjid Al Aqsa. Mereka menuntut raja-raja Arab sebagai penguasa Negara muslim mengambil sikap tegas atas penghinaan Zionis kepada tempat suci bagi umat Islam tersebut. Ratusan muslimah tersebut dengan membawa spanduk dan kertas bertuliskan seruan, "Wahai kaum muslimin masjid Al Aqsa dalam keadaan bahaya!!!" atau "Al Aqsa telah memanggil, siapakah yang akan menyambut panggilannya???" beserta tulisan seruan persatuan umat Islam. Mereka mengecam kebijakan politik raja-raja Arab yang memilih diam dan justru dalam banyak hal berpihak kepada kepentingan Israel, AS dan sekutu-sekutunya. Ahmad Bahar, salah seorang pejabat tinggi Palestina mengenai aksi unjuk rasa tersebut mengatakan, "Kelompok muslimah Palestina, mengenai tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di negeri kaum muslimin ini bertanya-tanya, kemana pemimpin Arab saat ini? kemana Negara-negara muslim lainnya yang hanya diam saja melihat masjid Al-Aqsa dicemari Zionis." Bahar dalam orasinya yang ditujukan kepada raja-raja Arab mengatakan, "Kalau kalian memang masih memiliki rasa izzah sebagai muslim, dan menginginkan Palestina meraih kemenangan dan bebas dari penjajahan, maka kalian harus berani memutuskan segala hubungan bilateral dengan Israel. Hentikan kerjasama kalian selama ini dengan Zionis yang membuat mereka semakin kuat, dalam ekonomi, budaya, diplomatik, perdagangan dan semua bidang lainnya." Tuntutan dan seruan rakyat Palestina tersebut meskipun telah berulangkali dilakukan, namun raja-raja Arab tidak juga bergeming. Bukannya menghentikan hubungan diplomatik dengan Israel, Negara-negara Arab khususnya Qatar dan Arab Saudi justru memusuhi Suriah yang selama ini getol mempertanyakan dan menentang eksistensi Israel di Timur Tengah. Bukan rahasia lagi, raja-raja Arab dimata kaum muslimin tidak ubahnya boneka yang dikendalikan AS untuk melindungi keberadaan Israel. Khususnya Arab Saudi yang baru-baru ini menggemparkan dunia Islam dengan belanja senjata secara besar-besaran dari AS yang justru membantu pemulihan ekonomi AS yang sedang diambang kejatuhan.